Sunday, June 12, 2016

Tips Ngekost

Dinamika hidup sebagai anak kost sangat menarik untuk ditelusuri dan didokumentasikan. Banyak kisah yang bisa diceritakan, misalnya pengalaman mencari tempat kost, mendesain dan melengkapi kamar kost supaya nyaman, beradaptasi menjadi anak kost yang jauh dari orang tua, strategi bertahan sebagai anak kost hingga manfaat yang dirasakan sebagai anak kost. sebagai anak kost akan gue share tentang ngekost.
Persiapan mental – Persiapan mental menjelang nge-kost itu sangat penting sebab akan mengalami bagaimana rasanya tinggal jauh dari orang orang tua. Ketika masih tinggal bersama orang tua, biasanya segala sesuatu sudah disiapkan dan tersedia, misalnya dalam hal makanan atau fasilitas-fasilitas rumah lainnya. Namun, pada hari pertama nge-kost dan seterusnya, segala sesuatu harus dilakukan sendiri. Oleh sebab itu, sebelum nge-kost ada baiknya sudah mulai melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah secara mandiri.
Memilih tempat kost – Lokasi tempat kost dan lingkungan akan pada banyak banyak hal. Oleh sebab itu, pikirkan baik-baik ketika memilih tempat kost. Jauh-jauh sebelumnya, sebaiknya meminta rekomendasi dari teman/kerabat di kota yang dituju. Kalau di luar negeri, gabung di milis atau grup pelajar yang bisa memberikan banyak info tentang kost/tempat tinggal. Jika memungkinkan, lakukan kunjungan ke tempat-tempat kost yang direkomendasikan untuk melihat situasi tempat kost, kamar yang hendak ditempati, pemilik dan penghuni kost, lingkungan dan masyarakatnya, termasuk fasilitas-fasilitas transportasi yang relatif dekat dengan sekolah/kampus/kantor dan warung/toko-toko yang terdekat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Menata dan melengkapi kamar kost – Di manapun berada, kenyamanan tempat tinggal penting. Oleh sebab itu, bagian menata dan melengkapi kamar kost sangat penting agar bisa betah nge-kost. Ada tempat kost-kostan yang sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas dasar, misalnya kasur dan meja belajar; ada pula yang hanya kamar saja. Maka itu, jika sudah menentukan pilihan tempat kost, segera catat barang-barang apa saja yang perlu dimiliki. Ada orang tua yang rela mengantarkan pindahan barang dari rumah, namun banyak pula yang harus mencari sendiri barang-barang perlengkapan kamar. Untuk itu, perhatikan anggaran yang dimiliki. Tidak harus membeli barang baru, banyak kakak angkatan/tetangga kost yang hendak mau pindah bisa didekati lantas membeli barang-barangnya. Jika di Groningen, bisa mencari di second hand shops dengan kualitas yang masih bagus tetapi harganya murah.
Belajar Berpikir dan Berprioritas – Karena harus mengatur segala sesuatunya, nge-kost menjadi tempat belajar berpikir dan mengatur hidup. Karena tinggal jauh dari orang tua, mereka yang nge-kost mau tidak mau harus berpikir bagaimana agar hidup terus berjalan secara normal. Mereka perlu berpikir mengatur keuangan yang terbatas, namun kebutuhan dan keinginan yang tan batas. Maka itu, mereka perlu membuat skala prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan dan kepentingan, termasuk menyisihkan uang sebagai tabungan. Ketika harus menyusun rencana seperti itu, maka secara tidak langsung kita banyak belajar dan merasakan bagaimana orang tua mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dengan pelajaran tersebut, akan bermanfaat untuk masa depan ketika berkeluarga nanti.
Belajar mandiri – Selain dalam hal keuangan, nge-kost juga menjadi media belajar hidup mandiri. Jika sedari kecil banyak tergantung dengan peran orang tua, maka ketika nge-kost, segala sesuatu harus mulai dikerjakan sendiri,misalnya memasak, mencuci baju, membersihkan kamar, bangun pagi untuk ke sekolah/kuliah/bekerja. Mungkin sekarang banyak jasa-jasa yang dibuka untuk menyasar para penghuni indekosan; misal laundry kiloan, katering etc; namun sekali lagi berpulang ke masing-masing individu bagaimana skala prioritas mengatur finansial dan waktu sehingga hidup di indekosan bisa berjalan dengan normal dan nyaman.
Konsekuen pada pilihan – Pada titik tertentu, saya seringkali merasakan sangat berat hidup jauh dari orang tua, apalagi ketika jatuh sakit. Segala sesuatu harus dirasakan, dipikirkan dan dikerjakan sendiri, tanpa ada keluarga. Baru bangun tidur sudah berpikir banyak hal, sementara ketika berada di rumah, segala sesuatu sudah tersedia. Namun, saya banyak belajar supaya saya konsekuen dengan pilihan untuk hidup nge-kost. Itu sudah menjadi pilihan saya, berarti saya harus menghadapi konsekuensi atas pilihan tersebut. Saya harus rela kehilangan kesempatan mencicipi masakan Emak, kehilangan kebersamaan dengan keluarga dan sebagainya. Namun, saya percaya kalau saya akan mendapat banyak pelajaran hidup dari pilihan saya itu.
Konsultasi dengan Orang Tua – Meskipun hidup di indekosan, ingin belajar hidup mandiri, namun bukan berarti putus kontak dan tidak bergantung pada orang tua. Sebaiknya, secara rutin tetap menghubungi dan mengirim pesan ke orang tua. Bagaimanapun, sebagai orang tua, pasti mereka tetap memiliki rasa khawatir pada anak-anaknya meskipun mereka sudah dewasa. Dengan berkirim pesan singkat, BBM, telepon dan dengan metode lainnya, orang tua akan merasa tenang mendengar kabar anak-anaknya yang sedang berada di luar kota. Selain itu, tidak ada salahnya juga bertanya dan berkonsultasi ke orang tua tentang segala sesuatu yang dihadapi dan menjadi kendala selama hidup nge-kost.
Bersosialisasi dengan Pemilik Kost, Warga Kost dan Masyarakat Sekitar – Agar tidak kesepian, upayakan bersosialisasi dan bergaul dengan teman-teman kost yang lain, pemilik kost bahkan dengan warga sekitar. Buat acara-acara bersama seperti piknik, belanja, masak bersama untuk menciptakan rasa kebersamaan. Jika pemilik kost menempati rumah yang sama, sering bantu kalau pemilik kost memerlukan bantuan. Siapa tahu akan seperti teman saya yang menjadi pacar anak perempuan pemilik kost dan menikmati fasilitas berbeda dengan penghuni kost yang lain. Selain itu, penting juga bergaul dengan lingkungan warga sekitar. Kalau menurut pepatah Jawa, “Pager mangkok luwih kenceng tinimbang pager tembok” yaitu hidup bergaul dan bersosialisasi dengan tetangga dan warga sekitar akan menimbulkan rasa aman. Kalau misalkan kita sering menolong orang lain, maka kita pasti akan ditolong manakala membutuhkan. Contoh kongkritnya, ikut kerja bakti warga. Selain akan lebih guyub rukun dengan warga, juga akan ada kesempatan mendapatkan konsumsi gratis. Yang terpenting bisa mengatur waktu.
Kontak Penting – Karena jauh dari keluarga, berikan kontak penting keluarga dan orang yang dipercaya di tempat indekosan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan atau berita-berita penting lainnya. Hal ini juga diperlukan untuk mengantisipasi kejahatan/penipuan yang seringkali menyasar orang-orang nge-kost dengan menipu bahwa keluarga mengalami kecelakaan dan membutuhkan uang. Selain itu, jika bepergian ke tempat lain, beritahu keluarga dan orang-orang terdekat, misalnya kota yang dituju dan dengan siapa saja, supaya jika ada sesuatu hal bisa dapat ditelusuri.
Itulah tips dan pelajaran nge-kost dari saya. Oya jangan lupa lapor RT/RW di lokasi kost ya supaya tidak ada masalah dan aman dalam hal administrasi. Yang penting juga tetap waspada, terutama dengan keamanan barang-barang di kamar. Waspadai setiap orang yang keluar masuk ke lingkungan kost dan jangan pernah lupa mengunci kamar.

Kalau sudah selesai nge-kost pasti akan merasa kangen dengan pengalaman-pengalaman yang sudah terlewati. Meskipun dijalani terasa berat, namun dalam beberapa waktu kemudian, semuanya terlihat normal dan lancar-lancar saja, bahkanngangeni. Semoga bermanfaat ya. Sekian!

Sunday, June 5, 2016

Kelebihan Dan Keuntungan Anak Kost





Anak Kost Bebas ?!! Sebagian orang pasti berpikiran “anak kost itu enak”, “anak kost itu bebas, ga ada yg ngatur”, atau “anak kost itu pergaulannya ga bener” dan masih banyak lagi anggapan-anggapan lainnya tentang anak kost. Tapi, itu semua hanya kita lihat dalam satu prespektif. Tanpa melihat sisi lainnya dari kehidupan anak kost.

Namun, sebenarnya banyak hal yang dapat kita pahami, pelajari atau kita jadikan motivasi untuk hidup dari kehidupan anak kost. Anak kost pun memiliki kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh anak-anak yang lain yang tinggal bersama orang tua mereka, diantaranya yaitu :

1. Mandiri 


So, pasti anak kost lebih mandiri dari anak yang tinggal dengan orang tua. Kalo dirumah biasanya dimasakin, sekarang mereka belajar untuk masak sendiri. Yang biasanya rumah ada yang beresin, sekarang mereka harus bersihin kost sendiri. Dan yang biasanya kalo sakit ada yang ngurusin, sekarang mereka harus ngurus diri sendiri. Intinya anak kost itu serba sendiri, lain lagi ceritanya kalo ada temen se-kost. Mungkin mereka bakalan berdua terus hoho


2. Prinsip


Anak kost biasanya memiliki prinsip yang lebih tertata dibandingkan dengan anak yang tinggal dengan orang tuanya. Mengapa ? ini dikarenakan mereka berpikir untuk maju atau bahkan tidak mengecewakan orang tua mereka karena telah berada jauh dengan mereka. Mereka akan berusaha untuk menjadi yang terbaik dan membuat orang tua bangga walaupun jauh dari jangkauan/perhatian orang tua mereka.


3. Kreatif

Anak kost dapat dikatakan kreative pada saat menjelang akhir bulan. Disini mereka pasti mikir berbagai cara biar tetap bertahan hidup dengan keadaan dompet yang menipis. Yang tadinya makan nasi padang berubah jadi mie instan  tapi yaa itulah namanya anak kost, identik dengan mie instan di akhir bulan. Hidup anak kost!!  hehe



4. Solidaritas yang tinggi


Karena merasa seperjuangan dan satu nasib, biasanya anak kost memiliki solidaritas atau kekeluargaan yang tinggi. Mereka bakalan saling tolong-menolong dalam kesusahan, saling berbagi kalo lagi seneng. Bebagi itu baik teman 



Nah. itu dia beberapa kelebihan anak kost yang dapat kita pelajari. Disini ada teman-teman yang juga seorang anak kost ? Sekarang bangga ga nyandang status sebagai “anak kost” ? Bangga menjadi diri sendiri tentunya lebih baik 

Saturday, March 26, 2016

Pacaran dimata anak kost

Add caption
Ngekost dan gak dapet pacar baru,rasanya sama saja kayak makan sayur asem tapi gak dikasih kuah(*eh), garing, kesepian, ya kecuali kalo kalian emang memutuskan untuk LDR atau setia pada pacar kalian. Nah buat anak kost yang punya pacar dirantauan sana, pasti kan yang namanya jalan,ngedate itu selalu ada.

Nah sebenernya gak kalian sadar, atau emang kalian pura-pura gak sadar, pacaran dirantauan itu memang memiliki sisi positif dan negatif, langsung cekidot

SISI POSITIF

  • Ada Moodbooster yang selalu ada
Ya bener nih, Kalo kalian tiba-tiba down saat meratapi kehidupan kost kalian yang-penuh-dengan-keputusasaan. maka kehadiran si doi akan terasa banget,dia yang slalu nyemangatin kalian dalam keadaan apapun (ya maksudnya ngga harus jerit-jerit juga) bisa bantu kalian buat bangkit lagi.

  • Hidup kalian gak sepahit jomblo
Ya iyalah nenek-nenek juga tau inimah, yang jelas, kalo kalian ngejalanin hubungan tanpa cekcok,ribet, hidup kalian bakalan jauh lebih indah dari jomblo, tapi kalo sebaliknya, mending jomblo aja deh, jomblo juga kece kalo nyantai mah :v
  • Ada yang bisa dikangenin
Iya gitu deh, gak cuman famili, atau boneka minion kalian doang, iya ada sosok yang dikangenin yang bisa buat kalian gabisa tidur semalaman (walaupun ujungnya kalian tidur juga sih). iya meskipun kangen juga ada batasannya, tapi daripada hidup kalian hampa kayak sayur asem gak dikasih kuah,kan.

  • Uang Kalian
Buat para cewek, merdekalah hidup anda, maka tiap jalan 93,87% uang kalian akan aman. betul, karena cowok kalian akan menjaga uang kalian dari begal.
  • Tahi ayam rasa coklat
Saatnya anak kost bereksperimen hal ini disaat uang menipis:v


SISI NEGATIF


  • Uang Kalian
Buat kalian para cowok, bersiaplah, uang kalian akan habis digerogoti oleh date yang berkepanjangan. tapi jangan khawatir, jika kalian pandai mengatur finance kalian maka uang anda tetap akan habis pada ujungnya.
  • Hal yang (tidak) diinginkan
Bener tuh,(sebenernya ini tuh hal yang diinginkan tapi tidak pada waktunya) kalo kita terlalu intens dengan pacar kita maka hal negatif ini akan terjadi, dan akan merugikan masa depan kalian (wuuu) jadi batasilah hal ini dengan iman kita, ok
  • Waktu
kalo kita gak bisa bagi waktu dengan baik, maka semua akan terbengkalai, mulai dari tugas sekolah,qtime dengan famili, maen sama temen,waktu ibadah, semuanya akan hilang dalam sekejap, men. jadi memanage time juga sangat diperlukan disini, biar ada manis-manisnya.

Sebenernya masih banyak lagi sih faktor-faktor yang lain, tapi otak gue keburu meleleh, tenggalam dalam permukaan balok yang menunggu dan berubah jadi tugas sekolah (oke yg ini gue ngasal).

Ok gaes itu postingan gue tentang (itu ada judulnya). Share and komen ya..
balabala yuhu..

Tuesday, March 8, 2016

Kost Survival


Assalamu’alaikum…


ok gaess ini post (harusnya pertama) gue di blog ini, gue mau cerita tentang pengalaman gue tentang ngekost yang absurd dan kecupu-cupuan gini,serta beberapa tips juga dari gue yang lumayan sedikit agak membantu (moga aja.)
banyak yang bilang kalo ngekost itu mudah,seru,enak,dan yang paling sering diinginkan yaitu bebas, hemmmm, kalian salah,hal itu tidak akan didapatkan jika kalian tidak mengikuti langkah-langkah ini:
  • Punya kost
Ya iyalah, dimana-mana cari kost dulu kalo mau ngekost biar jelas tidurnya dimana, namun usahakan juga memilih kostan yang bersih dan terpantau oleh pemilik kost itu sendiri, agar kita sendiri nyaman tinggal didalamnya, usahakan juga lingkungannya yang tidak kumuh dan tidak jauh dari sekolah/kampus. jadi faktor eks dan in juga berpengaruh. nah, untuk lebih lengkap tentang tips pilih kost klik disini
  • Bawa barang hobi
Karena dalam beberapa tahun tinggal dikost lebih lama daripada tinggal dirumah, jadi bawa barang hobi kalian seperti gitar,novel bacaan,atau apa yang kalian suka mending dibawa buat kesenangan kalian jika kalian sedang dalam keadaan suntuk,galau,atau mungkin baru patah hati :v
  • Supel
Betul tuh, kalo gak supel, kalian susah dapet temen baru, makanya kalian harus ramah sama penghuni kost,tetangga,temen sekolah,lingkungan juga. nanti kalo ada apa-apa kan temennya banyak. ya ngga? :v
  • Mandiri
Beugh ini yang paling jos kalo anak kost, man-di-ri. jadi emang anak kost bener-bener dituntut buat serba sendiri baik itu kehidupan interaksi sosialnya maupun kehidupan internalnya sendiri, memang butuh kedisiplinan gaes buat ngelakonin yang satu ini. gue sendiri aja agak susah buat berubah menjadi apa yang pengen gue mau. dan masih dalam proses itu sendiri, jadi kita lakuin bareng-bareng juga ya.. :’v
kayaknya itu aja deh buat posting ini, tanya cerita pengalamannya mana? berarti masih dalam proses pengetikan. ok see you all, jangan lupa komennya yaa, biar bisa lebih baik
Wassalamu’alaikum

Cara memilih kost yang baik



Add caption


Gak sedikit diantara kalian yang sekolah merantau atau diluar kota dan jauh dari keluarga maupun sanak saudara sehingga menyebabkan kalian memilih kost sebagai jalan terbaik. namun, cara memilih kost yang baik itu bagaimana sih.?


Nah, mungkin kalian memilih kost hanya karena dekat dengan sekolah,atau mungkin dikost tersebut ada teman kita, padahal ada hal yang harus diperhatikan lagi loh..
  • Lingkungan
Lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap kehidupan kost kita, apalagi jika lingkungannya kotor dan orang-orang disana gak ramah, buat kita makin gak betah aja kan, bahkan jika kita satu kost dengan teman-teman yang sudah akrab, jika membawa pengaruh yang tidak baik  mungkin lebih baik kita pindah saja, karena dapat membuatmu ikut pengaruh mereka, asalkan kita tetap menjaga tali silaturahmi dengan mereka, gue rasa bakal baik-baik aja
  • Jarak
Mungkin soal ini kalian udah pada paham ya gaess, usahakan cari jarak yang ngga jauh-jauh amat dari sekolah kita,tempat ibadah, dan yang penting warung makan juga, biar kita merasa tentram ngekost
  • Nyaman
Meski kita sudah dapat kedua poin sebelumnya, jika gak betah/nyaman buat apa?, nah usahakan juga tempat itu membuat kita nyaman, karena untuk beberapa tahun kedepan tempat itu akan menjadi rumah kedua kita
Oke gue rasa itu semua tips-tips dari gue, jangan terlalu banyak main karena sekolah itu tujuan kita jauh-jauh kesini,, Oke
Yang mau komen silahkan,agar bisa memposting yang lebih baik lagi, share juga yaaa.